KOMPONEN | TRANSMISI | TRANSAKSI | TRANSFORMASI |
TUJUAN | Prilaku berorientasi isi fokus pada pengembangan pada keterampilan dasar. | Keterampilan intelektual yang kompleks. Menekankan pada keterampilan pemecahan masalah. | Tujuan-tujuan yang integrasi (mis: yang kognitif dan efektif) |
ORG.ISI | Pengetahuan yang dipandang secara otomatis Sebagai tujuan dan isi harus memperkuat nilai-nilai tradisi. Kriteria sosial Isi harus membantu mempetahankan consensus nasional yang kuat Isi harus membantu menanamkan nilai – nilai tradisional Isi tidak terlalu kontroversi atau memasukkan topik – topik yang merendahkan nilai – nilai tradisional Kriteria Filosofi. Isi harus dipecah menjadi komponen – komponen kecil agar bisa dikelola Karena para pendidik transmisi cenderung memandang pengetahuan dalam berbagai subjek yang tetap dan objektif, maka kurikulum harus berisikan isi yang berpusat pada bidang – bidang pokok utama ini. Isi harus bisa diorganisir menurut logika yang menjadi sifatnya | Pengetahuan yang berhubungan dengan proses mental dan krangka kerja kognitif. Kriteria sosial: Isi sosial fokus pada masalah-masalah kebijakan publik. Isi harus memperbolehkan siswa membuat keputusan tentang dilemma – dilemma kebijakan publik yang biasa terjadi di dalam masyarakat demokratis. Isi harus memasukan isu – isu sosial yang luas dan berbagai nilai posisi yang menjadi bagian masyarakat demokratis Isi harus mendukung nilai – nilai demokratis, seperti prinsip martabat individu, keyakinan dalam kecerdasan individu, dan plurarisme, serta hak – hak yang lebih spesifik, seperti hak – hak mengikuti proses dan kebebasan berbicara. | Pengetahuan personal sama pentingnya dengan pengetahuan umum. Kriteria sosial Isi sosial menekankan kepada identifikasi dan resolusi yang menekankan kepada kepedulian sosial Isi harus membantu siswa menjadi sadar budaya dan kuat berekonomi yang berpengaruh bagi kehidupan mereka Isi harus berhubungan dengan kepedulian sosial Isi harus terintegrasi dengan aksi sosial kriteria kepentingan siswa. Kriteria lainnya untuk menyeleksi isi adalah bahwa pokok bahasan harus berkaitan dengan kepentingan – kepentingan dan tingkat kematangan peserta didik. Misalkan, model pengembangan kurikulum Weinstein dan Fantini (1970) yang menggunakan perhatian dan kepentingan peserta didik sebagai kriteria utama dalam memilih isi. Isi harus berhubungan dengan kerangka kerja internal yang diadakan oleh siswa. Kerangka kerja ini berkaitan dengan tahapan – tahapan perkembangan kognitif Tingkat kompleksitas. isi perlu diartikulasikan, sehingga kerangka kerja siswa bisa dicocokan dengan tingkat isi yang tepat. Kecocokan antara isi dan kesiapan siswa akan mempercpat pertumbuhan siswa, ketidakcocokan anta nisi dan kesiapan siswa akan menghasilkan instruksi yang tidak efektif. Oleh karena itu, guru – guru perlu memiliki keterampilan dalam mendiagnosa kerangkan kerja siswa dan tingkat kesiapan siswa. Isi harus berhubungan dengan gagasan – gagasan yang ditemukan siswa. Para siswa bisa mengembangkan gagasan – gagasan dalam bidang – bidang tertentu. Seperti, ilmu alam, yang berbeda dari struktur pengetahuan yang resmi dan meneliti untuk menemukan sesuatu pada bidang kajian tersebut. Maka, isi yang dipilih harus mengajarkan para siswa menerima gagasan – gagasan dan pengetahuan dalam bidang pokok bahasan itu. |
PBM | Pendekatan-pendekatan pengajaran yang terstruktur. Transmisi fakta-fakta dan nilai-nilai. Model-model pengajaran harus berisikan tujuan-tujuan yang jelas Model-model pengajaran harus terstruktur dan membuat guru menyediakan pengarahan spesifik dalam pembelajaran isi dan keterampilan –keterampilan Model-model pengajaran harus membolehkan evaluasi langsung terhadap target- target instruksional Model-model pengajaran harus memfasilitasi retensi isi di dalam bidang pokok bahasan tradisional Model-model pengajaran harus menguatkan nilai-nilai tradisi melalui pengaruh instruksional dan pola asuh | Fokus pada pemecahan dan analisis masalah. Strategi pengajaran yang disesuaikan dengan krangka kerja perkembangan siswa. Model-model pengajaran harus memperbolehkan siswa meneliti proses-proses alasannya sendiri Model-model harus merangsang penelitian dan investigasi Model-model harus berdasarkan skema perkembangan intelektual yang khusus Peran guru di dalam model-model ini harus menstimulasi penyelidikan pada siswa dan proses penelitian bersama antara siswa dan guru | Fokus kepada hubungan antara kehidupan batin siswa dengan dunia luar Pemikiran divergen (berbeda) sangat didorong Model-model pengajaran harus melibatkan siswa di dalam kesadaran dan perubahan sosial Model-model pengajaran harus menghubungkan antara batin siswa dengan dunia luar Model-model pengajaran harus merangsang intgrasi bidang pokok bahasan Model-model pengajaran harus fokus pada strategi-strategi yang membiarkan siswa sadar terhadap kesadarannya sendiri Model-model pengajaran harus menekankan proses berpikir yang beragam Model-model pengajaran harus menghubungkan proses-proses berpikir otak kiri dan kanan |
EVALUASI | Transmisi paling sering diorganisir sekitar mata pelajaran, disiplin-disiplin ilmu atau bidang-bidang studi yang luas. Masalah utama mengenai mata pelajaran adalah fragmentasi materi belajar. Permasalahan ini di respon oleh rancangan bidang study yang luas dimana sejumlah mata pelajaran digabungkan menjadi bidang studi yang luas. Sekolah dasar membaca, menulis, mengejah dan berbicara digabungkan menjadi seni berbahasa. Dan ilmu alam ,sejarah, geografi digabungkan menjadi studi lingkungan, sekarang ini rancanagan bidang studi yang luas merupakan metode utama pengorganisasian kurikulum di tingkat sekolah dasar sedangkan pengelola kurikulum sekolah menengah lebih percaya pada rancangan mata pelajaran Hirarki yang terpusat pada mata pelajaran | Para pekerja kurikulum yang bekerja dengan menggunakan perpektif transaksi cenderung menjauhkan untuk menggunakan istilah mata pelajaran sebaga mekanisme dasar dalam mengelola hubungan horizontal di dalam kurikulum. Mereka mengalihkan perhatian pada rancangan yang berpusat pada masalah untuk kurkulum yang fokus kepada pengembangan keterampilan pemecahan masalah bagi siswa. Di dalam kurikulum transaksi, guru dan sistem sekolah memilih masalah – masalah yang akan menjadi sentral bagi kurikum; minat siswa jadi pertimbangan tetapi tidak tumpang tindih dengan pandangan guru dan sekolah. Pengembangan yang berpusat pada masalah Didalam kurikulum yang berorientasi transaksi, dimana cenderung fokus kepada perkembangan proses mental, | mengidentifikasi perspektif yang jelas pada pengorganisasian ruang lingkup kurikulum penekanannya pada pilihan dan minat peserta didik, yang berarti siswa diberi keleluasaan untu menentukan apa yang akan dipelajarinya Berpusat pada peserta didik integratif |
Jumat, 24 Agustus 2012
pengembangan kurikulum
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
prof.sukirno
BalasHapus